Friday, June 12, 2020

PEREMPUAN DESA INDONESIA MENJADI STUDENT AMBASSADOR DI AUSTRALIA


Penulis: Ana Nurhasanah Surjanto, S.Pd.I., M.TESOL.
Awardee Beasiswa LPDP & Student Ambassador di Australia
Kontributor Artikel Keempat




Gambar 1. Ana Nurhasanah Surjanto, S.Pd.I, M.TESOL. saat di Australia

Assalamu'alaikum w.w

Para pembaca yang berhagia. Selamat datang di Blog Literasi Inovasi dan Prestasi Lintas Generasi. Pada edisi kali ini mari kita baca pengalaman kontributor keempat sebagai berikut:


Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah Ta’ala dan ridho Emak tibalah aku di Negeri Kanguru, tepatnya di Kota Melbourne pada tanggal 14 Februari 2016. Saat itu cuaca panas namun diikuti angin yang agak kencang dan itulah Australia dimana musimnya kebalikan dengan Eropa. Jika Eropa lagi winter, maka Aussie summer dan uniknya Kota Melbourne memang cuacanya dalam sehari bisa berubah-ubah. Ada yang mengatakan kalau dalam sehari di Melbourne bisa ada 4 cuaca, paginya cerah dingin, siangnya tetiba panas hujan, kemudian berangin dingin. Makanya, Melburnian (orang Melbourne) sering memakai jaket dan membawa payung ketika keluar rumah dan apapun itu musimnya. Inilah tantangan dan kehidupan baru di luar negeri dimulai. 
Esok harinya perdana menjadi mahasiswa pascasarjana, aku langsung mengikuti orientation week (O-week) atau kalau di Indonesia semacam Ospek. Bergegas aku memilih mata kuliah selama setahun kedepan, mengunjungi booths di Plaza kampus, mencari informasi kehidupan kampus hingga menggali kegiatan di luar akademik.
Lama-lama aku mulai menikmati dinamika kampus, bergabung dengan komunitas-komunitas baik mahasiswa internasional, klub olahraga Melburnian, dan perkumpulan mahasiswa dan masyarakat Indonesia. Nampaknya berbagai hal ini yang membuatku betah di Melbourne, sehingga aku tak mengalami culture shock dan home-sickness. Kemudian dalam tulisan ini, aku ingin menceritakan salah satu pengalaman berkesanku menjalani kuliah di Monash University, yang mana aku terpilih menjadi salah satu Student Ambassador kampus.
Apa itu student ambassador dan pengalaman apa yang didapat?
Awalnya aku seperti kelompok minoritas karena aku menjadi satu-satunya mahasiswa dari Indonesia yang mengenakan hijab dan bagian kecil dari prosentase mahasiswa internasional yang menjadi student ambassador (duta mahasiswa) di Monash University. Kemudian, situasi ini justru mengajarkanku apa itu makna minoritas di tengah-tengah mayoritas.
Student ambassador merupakan program ekstra kurikuler Monash University yang mana aku mewakili Monash Education karena jurusanku TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) dibawah Fakultas Pendidikan. Tujuan program ini untuk merepresentasikan dan mempromosikan fakultas kepada mahasiswa lama dan baru serta memberi pengaruh positif terhadap komunitas di Monash.
Seleksi program ini diselenggarakan setahun sekali dan hanya diambil 30 mahasiswa dari S1 hingga S3 dari 3 kampus Monash tiap tahunnya.Kriteria seleksi yang dipersyaratkan pun cukup tinggi seperti kecakapan dalam bahasa tulisan dan lisan, mampu bekerja sama dengan tim, dan semangat berkontribusi. Melihat bahasa Inggrisku yang pas-pasan dan harus bersaing dengan mahasiswa lokal dan internasional, aku sempat ragu untuk mendaftar menjadi student ambassador.
Kemudian kulihat-lihat kembali persyaratan-persyaratannya yang salah satunya ialah semangat berkontribusi untuk komunitas. Berbekal niat tersebut, kemudian aku mengisi formulir pendaftaran. Formulir tersebut berisi data diri, motivasi mengikuti program, pengalaman berorganisasi dan kegiatan volunteering dan kontribusi apa yang diberikan ke kampus jika terpilih. Akhirnya aplikasi aku kumpulkan via online.
Dari segi timing, mahasiswa yang baru memulai kuliah bulan Februari (Semester Ganjil) akan lebih diuntungkan karena seleksi ini hanya digelar setahun sekali dan pembukaan pendaftaran student ambassador biasanya sejak 20 April. Seleksi penentuan akhir ialah wawancara yang diselenggarakan pada akhir Mei hingga pengumuman resmi peserta terpilih awal Juni.
Uniknya, program student ambassador seperti di Monash ini tidak bisa dijumpai di kampus-kampus lain di Australia. Saat bertanya dan bercakap-cakap dengan teman-teman dari luar kampus, mereka mengatakan bahwa tidak ada program student ambassadors. Namun, tentunya di kampus ada program dari organisasi kampus dan tiap fakultas biasanya memiliki student association, misalnya kalau di Fakultas Pendidikan Monash juga ada Education Students Association (ESA).
Selanjutnya, para student ambassador Monash dibekali dengan latihan kepemimpinan, pertemuan antar kampus, menghadiri workshops, conference dan menyelenggarakan berbagai acara dari Juli hingga Oktober tahun ini.
Kegiatan pada Semester Genap ini sebagai bekal pengembangan kepemimpinan dan pengakraban sesama duta. Ini karena total 80 duta mahasiswa ini berasal dari jurusan yang berbeda dari 3 kampus di kampus Berwick, Clayton dan Peninsula dan berbeda strata dari mahasiswa bachelor hingga doctoral dan beragam latar belakang.
Adanya keberagaman latar belakang ini membuka pikiranku bahwa pikiran itu seperti parasut, jika terbuka maka akan berguna. Jika pikiran itu aku biarkan tertutup karena aku merasa seperti mahluk asing dan minoritas; berbeda karena mengenakan hijab, berstatus mahasiswa internasional, dan kali pertama mahasiswa Indonesia khususnya penerima beasiswa LPDP yang menjadi student ambassador di Monash, maka aku tidak akan melihat dan merasakan betapa indahnya menjadi minoritas dalam mayoritas ini.
Malahan teman-teman ambassador sangat mengapresiasi ide-ideku, menawarkan makanan halal saat kegiatan dan memberi kesempatan untuk bergabung menjadi tim program tanpa melihat identitas, latar belakang atau hal-hal diluar diriku. Aku juga pernah terpilih untuk memberikan welcoming speech untuk mahasiswa baru postgraduate program yang datang ke Monash tahun ajaran Juli 2017.
Mereka sangat menjunjung tinggi kesetaraan dan toleransi. Itupun seperti halnya yang kupahami dalam ajaran agamaku bahwa Tuhan tidak akan melihat kecantikan, ketampanan, kekayaan atau kedudukan seseorang selain daripada kepatuhan mereka dalam menjalankan perintahNya.
Dari pengalaman menjadi student ambassador ini aku juga belajar bahwa kedamaian adalah kunci yang harus aku gunakan dimanapun aku berada. Jauh dari keluarga, merantau meninggalkan kampung halaman dan menghadapi perbedaan di negeri orang memotivasiku untuk banyak bergaul dan mencari pengalaman baru. Dari situ pikiran akan terbuka dan sadar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk mengaplikasikan perdamaian dimanapun aku berada.
Penulis: Ana Nurhasanah Surjanto, S.Pd.I., M.TESOL.
Instagram: @ana_surjanto, YouTube: Ana Surjanto


Catatan: Bagi pembaca yang ingin berbagi pengalaman menarik dan karya inovasi, naskah dapat dikirim melalui email: literasiinovasiprestasiblog@gmail.com

Wassalamu'alaikum w.w

Redaksi
Dr. Budiyono Saputro, M.Pd

CALL FOR PAPERS 2020


Journal of Future Science Studies (JFSS)


Dr. Budiyono Saputro, M.Pd
Editor In Chief


Gambar 1. Laman Journal of Future Science Studies (JFSS)
The Journal of Future Science Studies (JFSS), the official publication of the newly formed Tadris IPA Lecturers Association (ADRISPA), is an open access academic journal published bi-anually. JFSS cordially welcome for academics, researchers, and practitioners to publish research papers and academic articles on science studies. We are now recieving manuscripts for new upcoming Volume. The last date of submission: 31th October 2020. All manuscripts must be submitted by email to jssadrispa@gmail.com and online submission.
Sincerely Yours,
Editor In-Chief
Dr. Budiyono Saputro, M.Pd

Thursday, June 4, 2020

SHARING BEASISWA FULLY FUNDED ICCR INDIA



Penulis: Danang S W 
Awardee Beasiswa ICCR India
Kontributor Artikel Ketiga


Gambar 1. Mas Danang SW Berkunjung Ke Tajmahal

Pembaca yang budiman, kali ini pengisi artikel ketiga adalah peraih beasiswa ICCR India yaitu Mas Danang SW. Instagram Mas Danang : www.instagram.com/danang_dann. Mari kita simak bersama tentang beasiswa ICCR India.
Pertama kali dengar beasiswa ICCR (Indian Council Cultural Relations) dari dosen kampus yang kebetulan dulu beliau pernah mengenyam pendidikan di India dengan jalur bantuan beasiswa ini pula. Mulai tertarik dan penasaran setelah mendengar cerita, uniknya india, dan serba serbi negeri dua benua ini.
Berbekal niat & tekad bulan raih beasiswa, di tahun 2018 ku mantapkan langkah tegap apply beasiswa ICCR. Dan alhamdulillah bi idznilah, ada pesan email masuk yang menyatakan bahwa saya dinominasikan sebagai awardee beasiswa ICCR 2018. Dua minggu selanjutnya, pihak Keduataan Besar India menginfokan untuk segera datang ke kantor kedutaan guna pengurusan dokumen, visa, dan berkas lainnya. Dan singkat cerita, bulan juli 2018 saya pun berangkat ke tanah Ghandi.
ICCR sebenarnya salah satu dari sekian beasiswa yang saya apply. Tujuannya ingin lanjut studi terlebih di luar negeri sebagai impian saya. Selain itu saya bisa mendapatkan international experience sebagai bonusnya bisa menambah wawasan dari Negara yang saya tuju. Dan kebetulan India banyak sekali keunikan makanan, budaya, seni, yang beranekaragam. Inilah yang membuat saya tertarik dengan India.
Alhamdulillah ini tahun terakhir saya di program Master, flascback setahun silam, pertama tinggal di india harus bisa siap menerima cultural shock. Banyak point disini sebenarnya. Cuma saya bagikan pengalaman singkat di ranah akademik dan aktifitas sehari2 saja. Di dunia akademik, saya pribadi merasa tertantang dengan sistem model pembelajaran serta metode pengajaran professor di kampus. Bagaimana tidak, dari pelafalan tutur kata saja mereka menggunakan bahasa inggris yang versi india. Ya pasti kalian tahu sendiri bagaimana mahasiswa india kalau ngomong inggris dengan logat khas mereka. Nah, itu yang salah satu polemik sebagai mahasiswa non-india disini. Namun, lambat laun, hal tersebut menjadi normalitas yag berjalan sehari-hari. Tinggal kita bagaimana beradaptasi dan bisa mengimbangi kondisi yang ada.
Nah, kembali lagi ke topic, untuk beasiswa ICCR sendiri cakupannya fully funded, uang bulanan, biaya kesehatan, uang buku per tahun, dll. Jadi, bagi para scholarship hunter, beasiswa ICCR ini sangat worth it. Tak ada salahnya untuk mencoba. Dan hampir semua jurusan ada, kecuali bidang kedokteran. Intinya tetap luruskan niat untuk belajar di luar negeri dimanapun itu, iringi doa dengan usaha. Dan tak lupa restu dari orang tua menjadi kunci utama.
Informasi detail tentang beasiswa ICCR bisa kalian kunjungi di official website saya. Semoga bermanfaat. Click here: https://www.mrdann.com/beasiswa-iccr-india-fully-funded-s1-s2-s3/
Bagi yang mau info tentang beasiswa lain boleh juga follow Instagram
Good luck and see you on the top of success.



Salam dari Tanah Gandhi,

@danang_dann

Catatan:
Bagi pembaca yang ingin mengirimkan naskah tentang pengalaman menarik dan karya inovasi, dapat dikirim melalui email: literasiinovasiprestasiblog@gmail.com

Redaksi
Dr. Budiyono Saputro, M.Pd

Saturday, May 30, 2020

SARASEHAN DAN HALAL BI HALAL


Sarasehan & Halal Bi halal S3 Manajemen Pendidikan Angkatan 2009 UNNES
Kiat Tembus Jurnal Indexing Scopus
Dalam International Conference on Communication, Management and Humanities (ICCOMAH )

Dr. Budiyono Saputro, M.Pd
Internasional Committee

Gambar 1. Alumni S3 MP UNNES Angkatan 2009

Acara halal bi halal Program Doktor Angkatan 2019 Program Studi Manajemen Pendidikan UNNES Semarang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Mei 2020 melalui Zoom selama 2.5 jam. Acara ini diprakarsai oleh Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Pd (Guru besar UNS Surakarta), Dr. Abdurrahman, M.Pd (UNNES Semarang)   dan Dr. Wahira ( Universitas Negeri Makasar) selaku host. Acara ini halal bihalal disampaikan oleh Dr. Supaat, M.Pd (Ketua Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang) dan Doa oleh Dr. Zaenal Mustaqim, M.Ag (IAIN Pekalongan). Setelah itu acara ramah tamah membahas kiat menuju guru besar oleh semua peserta dimulai dari Prof. Dr. Munawir Yusuf, Dr. Bunyamin, M.Pd ( Bappeda Kota Semarang), Dr. Akhmad Arif Musadad, M.Pd (UNS Surakarta), Dr. Yari Dwi Kurnaningsih (UKSW), Dr. Atiek Zahruliyaningdiyah, M.Pd (UNNES), Dr. Heri Yudiono (UNNES), Dr. M. Burhan Wijaya (UNNES), Dr. Ngurah Ayu N (UPGRIS Semarang), Dr. Budiyono Saputro (IAIN Salatiga), Dr. Jaka Agus Pramana (DLB IAIN Salatiga), Dr. Unang Achlison (STEKOM Semarang), Dr. Muhtar (Bappeda Kab. Pati) dan Dr. Sari Hernawati (Univ. Wakhid Hasyim Semarang). Saya selaku international committee memberikan masukan untuk mengikuti ICCOMAH. Artikel selected pada ICCOMAH akan publish pada Jurnal Humanities & Social Sciences Reviews (HSSR) Jurnal Internasional Index. SCOPUS dan International Journal of Communication, Management and Humanities (IJCoMaH)Saya selaku akademisi dan panitia conference ICCOMAH memberikan informasi penyelenggaraan conference ini. Bagi yang berminat dapat mendapatkan informasi pada link: 
1.https://iccomahaidconference.weebly.com/
atau dapat konsultasi dengan saya selaku Internasional committee melalui kolom komentar di Blogspot saya ini.





Sunday, May 24, 2020

Duta Mahasiswa, Dedikasi bagi Institusi

Penulis: Wawan Kurniawan
Duta IAIN Salatiga Tahun 2017
Alumni Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga
Kontributor Artikel Kedua




Gambar 1. Wawan Kurniawan Duta IAIN Salatiga Acara Salatiga Expo 2018


Wawan Kurniawan, S.Pd adalah Alumni Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga. Duta Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga dan DUTA IAIN Salatiga. Mari kita simak bersama pengalamannya sebagai berikut: menjadi seorang mahasiswa adalah masa dimana dapat membuka diri untuk belajar berbagai hal. Baik belajar di akademik maupun non akademik. Keduanya sangat penting untuk dipelajari bagi mahasiswa. Di bagian akademik dapat belajar secara spesifik pada program studi yang dipilih. Contohnya Program Studi Pendidikan IPA dimana mahasiswa belajar praktikum, eksperimen, mengajar, dan lain-lain. Sementara di bagian non akademik dapat belajar bagaimana kita berorganisasi, berinteraksi, serta belajar kehidupan yang nantinya akan kita hadapi setelah lulus dari institusi.
Tidaklah mudah bagi yang belum terbiasa untuk bisa melaksanakan kegiatan akademik dan non akademik secara bersamaan. Dari sinilah kita  dapat belajar untuk mengatur waktu yang kita miliki sebagai mahasiswa. Terlebih lagi mahasiswa program studi yang banyak praktikumnya seperti Pendidikan IPA dimana semester awal (1 sampai 4) penuh dengan mata kuliah praktikum. Kesibukan yang kita peroleh ketika mahasiswa tidak sebanding dengan kesibukan yang kelak kita dapatkan ketika sudah hidup bermasyarakat. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjadi mahasiswa yang aktif secara akademik maupun non akademik.
       Pada saat kuliah semester 5, saya mengikuti pemilihan Duta IAIN Salatiga yang diadakan oleh PANDAMA (Paguyuban Duta Mahasiswa IAIN Salatiga). Jujur saja soal tingkat percaya diri saya tidak begitu baik. Saya adalah orang yang cenderung introvet. Untuk menjadi Duta IAIN Salatiga pada waktu itu ada pemilihan yang melibatkan seluruh mahasiswa. Tentu saja untuk bisa maju dalam prosesi pemilihan saya harus memiliki skill atau kelebihan yang dapat bersaing dengan peserta lain. Saya memberanikan diri untuk mengikuti acara pemilihan duta tersebut. Berbekal hanya keyakinan dan belajar mandiri, saya merasa bahwa saya akan gugur pada babak awal. Ketika itu saya mendapatkan rekomendasi dari Ketua Jurusan Program Studi yang mendukung saya untuk mewakili program studi Pendidikan IPA (Tadris IPA). Hal tersebut membuat saya memiliki rasa percaya diri untuk bersaing dengan mahasiswa lain dari setiap Fakultas.
          Pemilihan duta IAIN Salatiga dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Disini panitia menyeleksi mahasiswa yang aktif baik secara akademik maupun non akademik. Tahap kedua adalah tes bahasa, keagamaan, dan pengetahuan umum. Pada tahap ini saya terbilang gugup ketika tes bahasa. Hal ini karena saya belum mahir dalam menggunakan bahasa asing (english atau arabic). Alhamdulillah pada tahap ini saya berhasil masuk 20 besar yang akan lanjut ke tahap tiga. Skor yang saya dapatkan pada seleksi tahap kedua ini tidaklah beigtu bagus. Saya hanya mendapatkan posisi 15 besar. Tahap ketiga pada pemilihan duta IAIN Salatiga adalah karantina selama 1 (satu) minggu sekaligus tes kepribadian, bakat, dan kemampuan bahasa asing lebih lanjut. Pada tahap ini semua finalis akan lanjut pada tahap keempat, yaitu sesi interview dan tampil di atas panggung pemilihan duta IAIN Salatiga. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk menjadi Duta IAIN Salatiga walaupun hanya mendapatkan juara tiga. Pada tahap seleksi saya sudah berjuang secara maksimal sesuai kemampuan saya. Saya awalnya tidak menyangka akan  meraih posisi pada pemilihan ini. Suatu kebanggan tersendiri dan juga amanah yang harus saya jalani kedepannya untuk berdedikasi bagi Institusi.
Bagi saya, menjadi Duta kampus merupakan suatu kebanggan tersendiri, karena saya dapat ikut serta berkontribusi dalam kemajuan kampus. Dengan menjadi duta, saya sering menjadi wakil dalam banyak acara atau kegiatan baik dalam maupun luar kampus. Disamping itu, saya merasa ada kemajuan dalam diri saya walaupun kecil. Duta IAIN Salatiga memiliki wadah bernama PANDAMA dimana para finalis tetap menjadi bagian dari duta IAIN Salatiga. Dengan ini, saya menambah banyak relasi dari setiap fakultas yang ada di kampus. Manfaatnya begitu besar saya rasakan karena dapat berinteraksi lebih luas dengan dosen, mahasiswa, bahkan akademisi dari luar kampus. Menjadi duta IAIN Salatiga tidak membuat sisi akademik saya sebagai mahasiswa turun. Alhamdulillah berorganisasi dan belajar di kampus saya dapatkan selama kuliah di IAIN Salatiga. Tahun 2019, saya lulus S1 dengan masa studi 3 tahun 7 bulan. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kalian yang sedang atau akan kuliah untuk aktif secara akademik maupun non akademik.
Terima kasih, semoga bermanfaat.

Jika pembaca ingin kirim naskah dapat melalui email: literasiinovasiprestasiblog@gmail.com

Friday, May 22, 2020

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H




Assalamu'alaikum w.w

Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf bila terdapat khilaf, tutur kata maupun tingkah laku yang kurang berkenan di hati para pembaca. Semoga Allah swt memberikan perlindungan kepada kita semua dan memberikan kesehatan, serta kemudahan dalam segala urusan kita. Aamiin...

Wassalamu'alaikum w.w






Wednesday, May 20, 2020

Awardee LPDP Story, Kontribusi bagi Negeri


Penulis: Ari Syahidul Shidiq 
Awardee beasiswa LPDP Program Doktor Pendidikan IPA
Kontributor Artikel Pertama




Gambar 1. Penulis Ari Syahidul Shidiq Saat Mengikuti Seminar Internasional di Perancis

Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) silakan dapat membaca lewat tulisan saya ini. Perkenalkan nama saya, Ari Syahidul Shidiq, Awardee beasiswa LPDP Program Doktor Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia. Sebelum bercerita kontribusi seorang awardee, saya akan memberikan gambaran tentang beasiswa LPDP. Beasiswa LPDP hanya diberikan untuk jenjang S2 dan S3 (tidak untuk S1) baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri. Jalur pendaftaran LPDP disesuaikan dengan latar belakang pelamar. Informasi lengkap pada dapat diperoleh di link: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/pembukaan-beasiswa-pendidikan-indonesia-lpdp-tahun-2019/.
Tahapan yang harus dilalui sebelum menjadi penerima beasiswa LPDP adalah melalui proses seleksi yang ketat. Adapun tahapan seleksinya adalah: (1) seleksi administrasi, (2) seleksi Assessment online (Psikotes), (3) tes potensi akademik, (3) on the spot essay writing, (4) leader less focus group discussion, dan (5) wawancara. Lantas, apa keuntungan mendapatkan beasiswa LPDP?. Perlu teman-teman ketahui, LPDP memberikan beasiswa fully funded. Artinya semua kebutuhan para penerimanya selama masa studi akan dipenuhi oleh LPDP, meliputi: (1) dana pendaftaran ke kampus tujuan Dalam dan Luar Negeri, (2) dana tunjangan kedatangan (Settlement Allowance), (3) dana transportasi kedatangan dan kepulangan studi Dalam dan Luar Negeri, (4) dana hidup bulanan (Living Allowance), (5) dana tunjangan buku (Book Allowance), (6) dana konferensi interasional, (7) dana Tesis/Disertasi, (8) dana tunjangan Kesehatan, (9) dana tunjangan publikasi internasional Q2/Q1, (10) dana lomba internasional, (11) dana Uji keterampilan bagi Dokter Spesialis, (12) dana tunjangan keluarga bagi mahasiswa S3. Secara lebih lengkap tentang jenis dan besaran dana yang diberikan, teman-teman bisa cek di link ini https://www.simonev.lpdp.kemenkeu.go.id/assets2/file/Buku-Panduan-Pencairan-Beasiswa-LPDP.pdf.
Bagi saya, berkesempatan menjadi penerima beasiswa LPDP merupakan suatu langkah untuk membangun kualitas diri dan berkontribusi untuk Negeri Indonesia yang kita cintai ini. Karena generasi yang unggul, generasi yang dapat dibanggakan adalah generasi yang dapat berkontribusi dan bermanfat bagi Indonesia. Sesuai sabda Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, membangun jejak-jejak pencapaian dan kontribusi kebaikan adalah hal yang penting bagi saya. Saya percaya, jejak pencapaian dan kontribusi inilah yang membawa saya untuk dapat berhasil meraih beasiswa LPDP. Sebagai seorang pelajar dan pembelajar pencapaian dan kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan difokuskan pada bidang akademik dan non-akademik.
Jejak kontribusi saya dibidang non-akademik adalah turut aktif berpartisipasi di kegiatan dan organisasi kampus. Pengalaman menjadi seorang Ketua OSIS SMA N 6 Cirebon menjadi motivasi tersendiri  bagi saya untuk terus belajar dan berkontribusi di organisasi yang saya ikuti. Periode tahun 2012 hingga 2014 adalah masa dimana saya diberi tanggungjawab dan kesempatan untuk berkontribusi lebih dari organisasi yang saya ikuti baik di Universitas Sebelas Maret tempat sama nemupuh pendidikan S1 atau di Organisasi Nasional. Menjadi ketua bidang Infokom Himpunan Mahasiswa Program Studi, ketua departemen perundang-undangan Dewan Mahasiswa kampus, juga ketua departemen kimia pendidikan Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia (IKAHIMKI) telah saya jalani. Bagi saya, aktif berperan di organisasi merupakan suatu bentuk nyata untuk memberikan kebermanfaatan pada mahasiswa dan masyarakat melalui program kerja yang ada.
Pencapaian dan kontribusi di bidang non-akademik tentunya harus diimbangi dengan pencapaian-pencapaian di bidang akademik. Selama periode tahun 2012 hingga 2014 tak kurang dari empat kali, saya berhasil mendapatkan dana hibah kompetitif di berbagai bidang penelitian melalui proposal yang saya ajukan. Dana hibah Program Internasional FKIP UNS saya dapatkan untuk penelitian media pembelajaran kimia pada tahun 2012. Dana Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa DIKTI di tahun 2013 dan 2014 untuk pengambangan media pembelajaran dan penelitian Bioetanol sebagai energi terbarukan, selanjutnya saya mendapatkan dana hibah penelitian yang berasal dari Dinas Pendidikan Pemprov Jateng untuk penelitian pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai energi alternatif terbarukan. Bagi saya, semua pencapaian penelitian ini merupakan suatu bentuk usaha yang saya lakukan agar kehadiran saya dapat memberikan manfaat di masyarakat. Manfaat yang diberikan melalui hasil-hasil penelitian yang saya lakukan, untuk menjadi alternatif jawaban terhadap permasalahan energi dan pendidikan yang ada di masyarakat.
Selain pada bidang penelitian, pencapaian saya di bidang akademik lainnya adalah berhasil mengikuti seminar di luar negeri. Pada tahun 2012, saya berhasil lolos menuju Bangkok Thailand untuk mengikuti seminar Internasional “The Eighth Biennial Conference of the Comparative Education Society of Asia”. Selanjutnya, pada tahun 2013 saya kembali berhasil menuju Bangkok Thailand  dengan menjadi salah satu dari 4 perwakilan Indonesia untuk menjadi pembicara dalam kegiatan “Workshop in Green Consumption”. Melalui pencapaian tersebut, saya berusaha mengambil manfaat yang bukan hanya bagi saya tetapi juga bagi Indonesia. Manfaat yang bisa saya bersama tim delegasi Indonesia berikan adalah dengan mempromosikan kegiatan penghijauan yang ada di Indonesia dan di kampus kami masing-masing.
Selama menjadi Awardee LPDP, kontribusi dibidang akademik dan non-akademik tetap saya jalani. Berperan aktif di kegitan kampus dan organisasi kampus, melakukan bakti sosial di beberapa desa di kota Bandung, menjadi pembicara diberbagai kegiatan sosial juga saya jalani sebagai bentuk kontribusi di bidang non-akademik. Sedangkan pada bidang akademik, saya berkontribusi dengan cara aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Tak kurang dari 8 artikel ilmiah baik nasional maupun internasional saya hasilkan selama masa studi. Selain itu,dengan difasilitasi oleh LPDP dan UPI saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Paris, Perancis untuk mempresentasikan hasil dari penelitian saya pada acara Seminar Internasional yang dihadiri oleh lebih dari 15 Negara.
Berbagai kontribusi dan pencapaian yang telah saya lakukan merupakan suatu modal dan pengalaman guna menorehkan kebermanfaatan dan kebanggaan bagi Indonesia yang lebih besar di masa yang akan datang. Kerja keras yang memerlukan waktu, juga proses yang tak mudah adalah “tungku pemanasan” bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang Doktoral yang diberikan oleh LPDP kepada saya, mendidik saya untuk menjadi seorang akademisi yang tidak hanya fokus untuk belajar dan mengajar, tetapi juga dapat terus aktif berkontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian.
Saya yakin, banyak diantara teman-teman semua yang memiliki pencapaian dan kontribusi yang jauh melebihi apa yang telah saya lakukan. Sekelumit cerita sederhana saya tentang membangun jejak diri dan berkontribusi untuk negeri semoga dapat memunculkan semangat teman-teman semua untuk meraih beasiswa LPDP. Bagi teman-teman yang akan memperjuangkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi, teruslah membangun jejak-jejak pencapaian dan kontribusi pada Negeri. Karena kita tidak tahu jejak mana yang akan menuntun kita untuk berhasil meraih kesuksesan. Arti dari kesuksesan bagi setiap orang pastilah tidak akan sama. Namun, satu hal yang dapat dipastikan adalah kesuksesan membutuhkan waktu dan proses. Selamat berproses membangun jejak pencapaian dan kontribusi bagi Indonesia.


Tuesday, May 19, 2020

DICARI NASKAH/TULISAN ANDA


Blog Literasi Inovasi dan Prestasi Lintas Generasi Menerima Naskah/Tulisan Anda


Assalamu’alaikum w.w

Kami sampaikan kepada pembaca Blog Literasi Inovasi dan Prestasi Lintas Generasi dimana saja berada. Blog kami menerima naskah/tulisan anda untuk kami publikasikan. Perlu kami sampaikan bahwa blog ini didirikan oleh Dr. Budiyono Saputro, M.Pd sebagai aktualisasi mengekspose karya ilmiah dan pengalaman dalam  inovasi dan prestasi dari generasi ke generasi. Blog ini menerima naskah maksimal 500 kata dalam bentuk word selebihnya akan kami buat pdf untuk dilampirkan agar pembaca dapat secara leluasa  membaca melalui link. Pengirim naskah/tulisan wajib menyertakan nama lengkap, alamat email, alamat instansi dan Nomor telp/HP serta foto diri atau foto kegiatan yang relevan dengan naskah yang dikirim sebagai dokumen pendukung publikasi. Editor berhak mengimprove naskah tanpa merubah makna tulisan pengirim. Naskah dapat kami terima melalui Email: literasiinovasiprestasiblog@gmail.com. Naskah terpilih akan kami publikasikan secara berkala mingguan.  

Naskah terpilih akan mendapatkan apresiasi dari kami berupa satu BUKU karya ilmiah Dr. Budiyono Saputro, M.Pd.

Segera kirim, kami tunggu naskah anda!

Wassalamu’alaikum w.w
                                                                                                                  
Best Regards
Dr. Budiyono Saputro, M.Pd

Monday, May 18, 2020

ARTIKEL ILMIAH, BUKU SEBAGAI SUMBER PUSTAKA DALAM KARYA, SILAKAN DOWNLOAD.




SUMBER RUJUKAN 
KARYA ILMIAH TERPUBLIKASI 
KARYA Dr. BUDIYONO SAPUTRO, M.Pd
Dosen IAIN Salatiga
Penemu Tempe Naga Beton
25 Peneliti Terbaik Nasional 
Biannual Conference Research Result DIKTIS Kementerian Agama RI


Gambar 1. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd Sebagai Salah Satu
Peneliti Terbaik Nasional BCCR 

Berdasarkan pengalaman membimbing skripsi dan tesis, mahasiswa sangat membutuhkan sumber pustaka dari artikel ilmiah yang terpublikasi pada jurnal nasional dan internasional. Selain itu juga sumber pustaka dari buku. Berikut adalah hasil publikasi saya yang dapat dijadikan rujukan dalam menulis karya, menyelesaikan tesis, skripsi dan karya ilmiah lainnya. Karya lengkap dapat didownload pada URL: 


Sedangkan untuk karya saya 2019-2020 dapat seperti table 1.
    
 Tabel 1. Karya Dr. Budiyono Saputro, M.Pd 2019-2020.

No
Karya Ilmiah
Judul
1.                    
Jurnal Internasional bereputasi Indx Scopus
Developing Stages for The  Scientific Cues Concept In The Integrated Science-Tafseer Learning Model

2.                    
Jurnal Internasional bereputasi Indx Scopus
Effectiveness of Learning Management System (LMS)
on In-Network Learning System (SPADA) Based on Scientific

3.                    
Jurnal Nasional Sinta 2, Indx. Copernicus
Analisis Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Dalam Evaluasi Perkuliahan Dosen Tadris IPA.

4.                    
Jurnal nasional Sinta 3
Moral Recontruction of Elementary Educational Level Students in Millennial Era: A Scientific Approach Perspective

5.                    
Jurnal Nasional Sinta 3
Effectiveness of Substantive Technical Education and Training for Islamic Senior High School Biology Teachers


6.                    
Jurnal Nasional DOAJ
Preliminary Research on Environmental Literacy and Conservation Toward Eco-Tourism Through The Community Learning Centre
7.                    
Jurnal Nasional
Measuring Satisfaction of Participants Sekolah Orang Tua Using Service Quality Method In The Healthy And Non-Additives Food Making Course
8.                    
Prosiding IOP Journal of Physics Indx SCopus
Learning Effectiveness of Department-based Integrated Science Interpretation
9.                    
Buku
Strategi Pengembangan Model Pembelajaran Tafsir Sains Terpadu

10.                
Buku
Pengembangan Model Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Ilmiah Calon Guru IPA Era Revolusi Industri 4.0
11.                
Haki
Model Manajemen Pembelajaran Direct Instruction Berfokus Film

12.                
Haki
Desain Pemberdayaan Petani Kubis Berbasis Pendidikan dan Kesehatan



Selamat membaca dan tunggu karya-karya saya tahun berikutnya.


Prof. Dr. Budiyono Saputro, S.Pd., M.Pd  Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan IPA IAIN Salatiga Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd resmi dik...