Wednesday, May 20, 2020

Awardee LPDP Story, Kontribusi bagi Negeri


Penulis: Ari Syahidul Shidiq 
Awardee beasiswa LPDP Program Doktor Pendidikan IPA
Kontributor Artikel Pertama




Gambar 1. Penulis Ari Syahidul Shidiq Saat Mengikuti Seminar Internasional di Perancis

Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) silakan dapat membaca lewat tulisan saya ini. Perkenalkan nama saya, Ari Syahidul Shidiq, Awardee beasiswa LPDP Program Doktor Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia. Sebelum bercerita kontribusi seorang awardee, saya akan memberikan gambaran tentang beasiswa LPDP. Beasiswa LPDP hanya diberikan untuk jenjang S2 dan S3 (tidak untuk S1) baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri. Jalur pendaftaran LPDP disesuaikan dengan latar belakang pelamar. Informasi lengkap pada dapat diperoleh di link: https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/pembukaan-beasiswa-pendidikan-indonesia-lpdp-tahun-2019/.
Tahapan yang harus dilalui sebelum menjadi penerima beasiswa LPDP adalah melalui proses seleksi yang ketat. Adapun tahapan seleksinya adalah: (1) seleksi administrasi, (2) seleksi Assessment online (Psikotes), (3) tes potensi akademik, (3) on the spot essay writing, (4) leader less focus group discussion, dan (5) wawancara. Lantas, apa keuntungan mendapatkan beasiswa LPDP?. Perlu teman-teman ketahui, LPDP memberikan beasiswa fully funded. Artinya semua kebutuhan para penerimanya selama masa studi akan dipenuhi oleh LPDP, meliputi: (1) dana pendaftaran ke kampus tujuan Dalam dan Luar Negeri, (2) dana tunjangan kedatangan (Settlement Allowance), (3) dana transportasi kedatangan dan kepulangan studi Dalam dan Luar Negeri, (4) dana hidup bulanan (Living Allowance), (5) dana tunjangan buku (Book Allowance), (6) dana konferensi interasional, (7) dana Tesis/Disertasi, (8) dana tunjangan Kesehatan, (9) dana tunjangan publikasi internasional Q2/Q1, (10) dana lomba internasional, (11) dana Uji keterampilan bagi Dokter Spesialis, (12) dana tunjangan keluarga bagi mahasiswa S3. Secara lebih lengkap tentang jenis dan besaran dana yang diberikan, teman-teman bisa cek di link ini https://www.simonev.lpdp.kemenkeu.go.id/assets2/file/Buku-Panduan-Pencairan-Beasiswa-LPDP.pdf.
Bagi saya, berkesempatan menjadi penerima beasiswa LPDP merupakan suatu langkah untuk membangun kualitas diri dan berkontribusi untuk Negeri Indonesia yang kita cintai ini. Karena generasi yang unggul, generasi yang dapat dibanggakan adalah generasi yang dapat berkontribusi dan bermanfat bagi Indonesia. Sesuai sabda Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, membangun jejak-jejak pencapaian dan kontribusi kebaikan adalah hal yang penting bagi saya. Saya percaya, jejak pencapaian dan kontribusi inilah yang membawa saya untuk dapat berhasil meraih beasiswa LPDP. Sebagai seorang pelajar dan pembelajar pencapaian dan kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan difokuskan pada bidang akademik dan non-akademik.
Jejak kontribusi saya dibidang non-akademik adalah turut aktif berpartisipasi di kegiatan dan organisasi kampus. Pengalaman menjadi seorang Ketua OSIS SMA N 6 Cirebon menjadi motivasi tersendiri  bagi saya untuk terus belajar dan berkontribusi di organisasi yang saya ikuti. Periode tahun 2012 hingga 2014 adalah masa dimana saya diberi tanggungjawab dan kesempatan untuk berkontribusi lebih dari organisasi yang saya ikuti baik di Universitas Sebelas Maret tempat sama nemupuh pendidikan S1 atau di Organisasi Nasional. Menjadi ketua bidang Infokom Himpunan Mahasiswa Program Studi, ketua departemen perundang-undangan Dewan Mahasiswa kampus, juga ketua departemen kimia pendidikan Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia (IKAHIMKI) telah saya jalani. Bagi saya, aktif berperan di organisasi merupakan suatu bentuk nyata untuk memberikan kebermanfaatan pada mahasiswa dan masyarakat melalui program kerja yang ada.
Pencapaian dan kontribusi di bidang non-akademik tentunya harus diimbangi dengan pencapaian-pencapaian di bidang akademik. Selama periode tahun 2012 hingga 2014 tak kurang dari empat kali, saya berhasil mendapatkan dana hibah kompetitif di berbagai bidang penelitian melalui proposal yang saya ajukan. Dana hibah Program Internasional FKIP UNS saya dapatkan untuk penelitian media pembelajaran kimia pada tahun 2012. Dana Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa DIKTI di tahun 2013 dan 2014 untuk pengambangan media pembelajaran dan penelitian Bioetanol sebagai energi terbarukan, selanjutnya saya mendapatkan dana hibah penelitian yang berasal dari Dinas Pendidikan Pemprov Jateng untuk penelitian pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai energi alternatif terbarukan. Bagi saya, semua pencapaian penelitian ini merupakan suatu bentuk usaha yang saya lakukan agar kehadiran saya dapat memberikan manfaat di masyarakat. Manfaat yang diberikan melalui hasil-hasil penelitian yang saya lakukan, untuk menjadi alternatif jawaban terhadap permasalahan energi dan pendidikan yang ada di masyarakat.
Selain pada bidang penelitian, pencapaian saya di bidang akademik lainnya adalah berhasil mengikuti seminar di luar negeri. Pada tahun 2012, saya berhasil lolos menuju Bangkok Thailand untuk mengikuti seminar Internasional “The Eighth Biennial Conference of the Comparative Education Society of Asia”. Selanjutnya, pada tahun 2013 saya kembali berhasil menuju Bangkok Thailand  dengan menjadi salah satu dari 4 perwakilan Indonesia untuk menjadi pembicara dalam kegiatan “Workshop in Green Consumption”. Melalui pencapaian tersebut, saya berusaha mengambil manfaat yang bukan hanya bagi saya tetapi juga bagi Indonesia. Manfaat yang bisa saya bersama tim delegasi Indonesia berikan adalah dengan mempromosikan kegiatan penghijauan yang ada di Indonesia dan di kampus kami masing-masing.
Selama menjadi Awardee LPDP, kontribusi dibidang akademik dan non-akademik tetap saya jalani. Berperan aktif di kegitan kampus dan organisasi kampus, melakukan bakti sosial di beberapa desa di kota Bandung, menjadi pembicara diberbagai kegiatan sosial juga saya jalani sebagai bentuk kontribusi di bidang non-akademik. Sedangkan pada bidang akademik, saya berkontribusi dengan cara aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Tak kurang dari 8 artikel ilmiah baik nasional maupun internasional saya hasilkan selama masa studi. Selain itu,dengan difasilitasi oleh LPDP dan UPI saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Paris, Perancis untuk mempresentasikan hasil dari penelitian saya pada acara Seminar Internasional yang dihadiri oleh lebih dari 15 Negara.
Berbagai kontribusi dan pencapaian yang telah saya lakukan merupakan suatu modal dan pengalaman guna menorehkan kebermanfaatan dan kebanggaan bagi Indonesia yang lebih besar di masa yang akan datang. Kerja keras yang memerlukan waktu, juga proses yang tak mudah adalah “tungku pemanasan” bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang Doktoral yang diberikan oleh LPDP kepada saya, mendidik saya untuk menjadi seorang akademisi yang tidak hanya fokus untuk belajar dan mengajar, tetapi juga dapat terus aktif berkontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian.
Saya yakin, banyak diantara teman-teman semua yang memiliki pencapaian dan kontribusi yang jauh melebihi apa yang telah saya lakukan. Sekelumit cerita sederhana saya tentang membangun jejak diri dan berkontribusi untuk negeri semoga dapat memunculkan semangat teman-teman semua untuk meraih beasiswa LPDP. Bagi teman-teman yang akan memperjuangkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi, teruslah membangun jejak-jejak pencapaian dan kontribusi pada Negeri. Karena kita tidak tahu jejak mana yang akan menuntun kita untuk berhasil meraih kesuksesan. Arti dari kesuksesan bagi setiap orang pastilah tidak akan sama. Namun, satu hal yang dapat dipastikan adalah kesuksesan membutuhkan waktu dan proses. Selamat berproses membangun jejak pencapaian dan kontribusi bagi Indonesia.


3 comments:

Prof. Dr. Budiyono Saputro, S.Pd., M.Pd  Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan IPA IAIN Salatiga Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd resmi dik...