Sunday, May 24, 2020

Duta Mahasiswa, Dedikasi bagi Institusi

Penulis: Wawan Kurniawan
Duta IAIN Salatiga Tahun 2017
Alumni Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga
Kontributor Artikel Kedua




Gambar 1. Wawan Kurniawan Duta IAIN Salatiga Acara Salatiga Expo 2018


Wawan Kurniawan, S.Pd adalah Alumni Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga. Duta Tadris IPA FTIK IAIN Salatiga dan DUTA IAIN Salatiga. Mari kita simak bersama pengalamannya sebagai berikut: menjadi seorang mahasiswa adalah masa dimana dapat membuka diri untuk belajar berbagai hal. Baik belajar di akademik maupun non akademik. Keduanya sangat penting untuk dipelajari bagi mahasiswa. Di bagian akademik dapat belajar secara spesifik pada program studi yang dipilih. Contohnya Program Studi Pendidikan IPA dimana mahasiswa belajar praktikum, eksperimen, mengajar, dan lain-lain. Sementara di bagian non akademik dapat belajar bagaimana kita berorganisasi, berinteraksi, serta belajar kehidupan yang nantinya akan kita hadapi setelah lulus dari institusi.
Tidaklah mudah bagi yang belum terbiasa untuk bisa melaksanakan kegiatan akademik dan non akademik secara bersamaan. Dari sinilah kita  dapat belajar untuk mengatur waktu yang kita miliki sebagai mahasiswa. Terlebih lagi mahasiswa program studi yang banyak praktikumnya seperti Pendidikan IPA dimana semester awal (1 sampai 4) penuh dengan mata kuliah praktikum. Kesibukan yang kita peroleh ketika mahasiswa tidak sebanding dengan kesibukan yang kelak kita dapatkan ketika sudah hidup bermasyarakat. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjadi mahasiswa yang aktif secara akademik maupun non akademik.
       Pada saat kuliah semester 5, saya mengikuti pemilihan Duta IAIN Salatiga yang diadakan oleh PANDAMA (Paguyuban Duta Mahasiswa IAIN Salatiga). Jujur saja soal tingkat percaya diri saya tidak begitu baik. Saya adalah orang yang cenderung introvet. Untuk menjadi Duta IAIN Salatiga pada waktu itu ada pemilihan yang melibatkan seluruh mahasiswa. Tentu saja untuk bisa maju dalam prosesi pemilihan saya harus memiliki skill atau kelebihan yang dapat bersaing dengan peserta lain. Saya memberanikan diri untuk mengikuti acara pemilihan duta tersebut. Berbekal hanya keyakinan dan belajar mandiri, saya merasa bahwa saya akan gugur pada babak awal. Ketika itu saya mendapatkan rekomendasi dari Ketua Jurusan Program Studi yang mendukung saya untuk mewakili program studi Pendidikan IPA (Tadris IPA). Hal tersebut membuat saya memiliki rasa percaya diri untuk bersaing dengan mahasiswa lain dari setiap Fakultas.
          Pemilihan duta IAIN Salatiga dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Disini panitia menyeleksi mahasiswa yang aktif baik secara akademik maupun non akademik. Tahap kedua adalah tes bahasa, keagamaan, dan pengetahuan umum. Pada tahap ini saya terbilang gugup ketika tes bahasa. Hal ini karena saya belum mahir dalam menggunakan bahasa asing (english atau arabic). Alhamdulillah pada tahap ini saya berhasil masuk 20 besar yang akan lanjut ke tahap tiga. Skor yang saya dapatkan pada seleksi tahap kedua ini tidaklah beigtu bagus. Saya hanya mendapatkan posisi 15 besar. Tahap ketiga pada pemilihan duta IAIN Salatiga adalah karantina selama 1 (satu) minggu sekaligus tes kepribadian, bakat, dan kemampuan bahasa asing lebih lanjut. Pada tahap ini semua finalis akan lanjut pada tahap keempat, yaitu sesi interview dan tampil di atas panggung pemilihan duta IAIN Salatiga. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk menjadi Duta IAIN Salatiga walaupun hanya mendapatkan juara tiga. Pada tahap seleksi saya sudah berjuang secara maksimal sesuai kemampuan saya. Saya awalnya tidak menyangka akan  meraih posisi pada pemilihan ini. Suatu kebanggan tersendiri dan juga amanah yang harus saya jalani kedepannya untuk berdedikasi bagi Institusi.
Bagi saya, menjadi Duta kampus merupakan suatu kebanggan tersendiri, karena saya dapat ikut serta berkontribusi dalam kemajuan kampus. Dengan menjadi duta, saya sering menjadi wakil dalam banyak acara atau kegiatan baik dalam maupun luar kampus. Disamping itu, saya merasa ada kemajuan dalam diri saya walaupun kecil. Duta IAIN Salatiga memiliki wadah bernama PANDAMA dimana para finalis tetap menjadi bagian dari duta IAIN Salatiga. Dengan ini, saya menambah banyak relasi dari setiap fakultas yang ada di kampus. Manfaatnya begitu besar saya rasakan karena dapat berinteraksi lebih luas dengan dosen, mahasiswa, bahkan akademisi dari luar kampus. Menjadi duta IAIN Salatiga tidak membuat sisi akademik saya sebagai mahasiswa turun. Alhamdulillah berorganisasi dan belajar di kampus saya dapatkan selama kuliah di IAIN Salatiga. Tahun 2019, saya lulus S1 dengan masa studi 3 tahun 7 bulan. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kalian yang sedang atau akan kuliah untuk aktif secara akademik maupun non akademik.
Terima kasih, semoga bermanfaat.

Jika pembaca ingin kirim naskah dapat melalui email: literasiinovasiprestasiblog@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Prof. Dr. Budiyono Saputro, S.Pd., M.Pd  Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan IPA IAIN Salatiga Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd resmi dik...